Powered By Blogger

Sabtu, 11 Februari 2012

kerajaan tarumaanegara


a.       Prasasti-prasasti Mengenai Tarumanegara
 Tarumanegara memiliki beberapa prasasti yang masing-masingnya memiliki 7 buah.
1)      Prasasti Ciaruteun

Prasasti ini ditemukan di pinggir sungai Ciaruteun, anak sungai Cisadane di daerah Ciampea, Bogor.
Prasasti tersebut ditulis pada sebuah batu besar, mempergunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Prasasti ini memiliki lukisan tapak kaki yang dipahatkan di atas hurufnya.

Isi prasasti itu dalam bahasa Indonesia adalah :
“Ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki yang mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma,raja yang gagah berani di dunia.”

2)      Prasasti Pasir Koleangkak

Prasasti ini terletak di daerah perkebunan jambu kira kira 30 km sebelah barat Bogor.

Isi prasasti itu dalam bahasa Indonesia:
“Gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya yang termasyur Sri Purnawarman yang sekali waktu memerintah di Taruma dan yang baju zirahnya yang terkenal Warman tidak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang tapak kakinya yang senantiasa menggempur kota-kota musuh, hormat kepada para pangeran, tapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya.”


3)       Prasati Kebun Kopi

Prasasti ini terletak di kampung Muara Hilir , Cibungbulang. Yang menarik dari prasasti ini
Ialah adanya 2 tapak kaki gajah.



Isi dari prasasti ini adalah:

“Disini Nampak sepasang tapak kaki …… yang seperti Airwata,gajah penguasa Taruma yang agung dalam ….. dan (?) kejayaan.”

4)      Prasasti Tugu

Prasasti ini ditemukan di Tugu, Jakarta merupakan prasasti terpanjang dari semua peninggalan Raja Purnawarman.

Isi dari prasasti ini adalah:

“Dulu kali (yang bernama) – Candrabhaga telah digali oleh Maharaja yang mulia dan mempunyai lengan kencang yang kuat, buat mengalirkannya ke laut, setelah (kali ini) sampai di istana kerajaan yang termasyur. Di dalam tahun ke dua puluh dua dari takhta nya yang mulia Raja Purnawarman yang berkilau-kilau karena kepandaian dan kebijaksanannya serta menjadi panji segala raja (maka sekarang) beliau menitahkan menggali kali yang permai dan berair jernih, Gomati namanya, asetelah sungai itu mengalir di tengah-tengah tanah kediaman yang mulia Sang Pendeta nenek – da(Sang Purnawarman). Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik tanggal 9 paro petang bulan Phalguna dan disudahi pada hari tanggal 13 paro – tiang bulan Caltra, jadi hanya 21 hari saja, sedang galian itu panjangnya 6.122 tumbak. Selamatan baginya dilakukan oleh para Brahmana disertai 1000 ekor sapi yang di hadiahkan.”

5)      Prasasti Cidanghiang

Prasasti ini ditemukan di kampung Lebak, di pinggir sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul, kabupaten Pandeglang.

Isi dari prasasti ini adalah:

“Inilah (tanda) keperwiraan, keagungan dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulai Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja.”


b.      Kekuasaan Kerajaan Tarumanegara

Menurut analisa Prof. Poerbatjaraka, pusat istana kerajaan Tarumanegara, terletak di daerah Bekasi. Hal tersebut di dasarkan pada prasasti Tugu yang menyebutkan sungai Candrabhaga yang digali di Tarumanegara. Chandrabhaga menurut hukum M-D (menerangkan-diterangkan), berarti Candra menerangkan Bhaga, seperti pada kata Perdana Mentri, bukan Mentri Perdana. Kata Candrabhaga berdasarkan hukum MD harus ditulis Bhaga terlebih dahulu yakni Bhagacandra (Candra=Sasih). Kata Bhagacandra dapat berubah menjadi Bhagasasih. Kata Bhagasasih lambat laun berbubah bunyinya menjadi Bhagast, yang kemudian menjadi Bekasi.

Dengan ditemukannya prasasti-prasasti Tugu dan prasasti Lebak di daerah  Jakarta,maka dapat diperkirakan wilayah kerajaan Tarruma Negara meliputi daerah Bogor,Jakarta,dan Banten.
Pada prasasti-prasasti,raja Purnawarman di agung agungkan sebagai raja yang gagah perkasa melebihi kegagahan raja raja lainnya,sehingga disebut sebagai panji raja raja.menurut prasasti Tugu,ayah Purnawarman berkedudukan sebagai rajadhiraja,yang telah menggali terusan Candrabhaga,sedangkan Purnawarman sendiri menggali terusan Ghomati.


Pada prasati Jambu , Purnawarman disamakan dengan Dewa Indra, yang selain dikenal sebagai Dewa Perang, memiliki sifat-sifat Dewa Matahari. Disebutkan pula bahwa perlengkapan Purnawarman berupa baju zirah (Warman). Menurut cerita India, Dewa yang mengenakan baju zirah hanyalah Dewa Surya.

c.       Masyarakat dan Agama di Tarumanegara

Menurut catatan seorang bikhsu Buddha bangsa China, fa-hien, di Tarumanegara pada abad ke-5 Masehi sedikit sekali di jumpai orang yang beragama Buddha, tetapi banyak dijumpai orang-orang Brahmana dan mereka yang agamanya buruk. Mengenai agama buruk disebut fa-hien, ditafsirkan oleh para ilmuwa sebagai agama rakyat tarumanegara. Oleh karena agama itu mempunyai upacara-upacara yang berbeda dengan kedua agama yang dikenal oleh fa-hien,yakni agama Buddha dan Hindu,makadisebabkan ketidaktahuan fa-hien,ia menyebutnya dengan agama yang buruk.Agama itu adalah agama asli  masyarakat Indonesia,yang masih dianut oleh sebagian besar penduduk Tarumanegara.Ada dua golongan masyarakat di kerajaan Tarumanegara,yakni golongan masyarakat yang berbudaya hindu dan golongan masyarakat  yang berbudaya asli.Mengingat pada masa itu pengaruh agama Hindu baru pada taraf permulaan penyebarannya,dapatlah dikatakan bahwa golongan pertama itu hanya terbatas pada lingkungan istana raja-raja,sedangkan golongan kedua meliputi bagian terbesar penduduk Tarumanegara.Tetapi dalam kehidupan sehari hari,kedua golonganitu tidak bertentangan,bahkan dalam beberapa hal mereka menjalin kerjasama.Sebagian kecil dari golongan pertama adalah kaum brahmana,yang menguasai upacara-upacara keagamaan hindu.Merekapun menguasai bahasa sanskerta yang merupakan bahasa agama,sedangkan golongan yang bukan Brahmana  mempergunakan bahasa lain yang oleh orang cina disebut bahasa kun-lun.Bahasa Sanskerta dan digunakan baik di Jawa maupun di Sumatra


        
       
          D  Kehidupan Masyarakat Tarumanegara  
Menurut berita cina, para pedagangTarumanegara memperdagangkan kulit penyu,cula dak,gading gajah,emas,dan perak.Kalau berita itu benar,maka dapat dikemukakan bahwa usaha masyarakat Tarumanegara terdiri atas beberapa kegiatan,seperti:perburuan,pertambangan, perikanan,dan pertanian.dengan adanya berita terdapat perdagangan cula badak dan gading gajah dapat disimpulkan bahwa barang-barang dagangan tersebut adalah hasil perburuan.Sementara kita tahu bahwa badak dan gajah adalah binatang liar dan ganas, maka pemburu Tarumanegara tentu merupakan pemburu-pemburuan yang terampil dan berani.
Usaha perikanan dapat disimpulkan dari berita adanya  perdagangan penyu, yang banyak diminta oleh saudagar saudagar cina. Adanya pertambangan dihubungkan dengan adanya perdagangan emas dan perak.Mengenai pertanian,merupakan simpulan dari isi prasasti Tugu yang menceritaka tentang penggalian saluran Candrabhaga dan Gomati yang diselesaikan antara bulan Phalguna dan Caitra,yang bertepatan dengan bulan Februari dan April.
Di Jawa Barat terutama daerah bogor, bulan januari dan februari adalah waktu musim hujan yang turun dengan lebatnya.Jadi dapat diduga penggalian dua saluran itu untuk mengatasi  banjir yang melanda daerah pertanian.Dari berita Cina dikatakan bahwa orang-orang Tarumanegara makan dengan mempergunakan tangan saja, tidak mempergunakan sumpit,Hal itu dapat disimpulkan bahwa orang orang Tarumanegara makan nasi. Maka kegiatan pertanian pun adalah kegiatan bersawah,yaitu menanam padi


E.Hubungan dengan cina

Berita Cina mengatakan, bahwa pada tahun 528 dan tahun 535 massehi dating utusan dari TO-LO-MO yang terletak di selatan ke istana Cina.Demikian pula terjadi hal yang sama pada tahun 666 dan tahun 669 masehi.Dari berita ini dapat dinyatakan bahwa Tarumanegara masih berdiri pada abad ke-7 dan masih aktif dalam kegiatanperniagaan dan berhubungan dengan kerajaan Cina.Tetapi sejak abad ke-7 utusan-utusan itu tidak lagi.Hal itu mungkin disebabkan daerah pantai Tarumanegara diserang dan dikuasai oleh Sriwijaya.Kemudian pusat  kerajaan  Tarumanegara pindah ke daerah pedalaman dan tidak lagi mengadakan hubungan dengan luar negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar